Blogger templates

ALBUM FOTO

ALBUM FOTO

Rabu, 02 April 2014

Anekdot berbentuk monolog

Nama           : Salsabila Eka Cipta 
No.abs         : 35 
Kelas            : X IPA 3 
Tempat Sampahmu Ya Pantaiku
Tepat pukul 6 pagi pada hari minggu. Saya berjalan-jalan pagi di pantai. Pantai itu tidak jauh dari rumahku.
Dahulu pantaiku terlihat sangat tragis. Seperti layaknya tempat pembuangan sampah yang baunya uuuh... Sangat tidak menyenangkan, seperti bau bangkai pada kaos kaki busuk milik raksasa.
Hal itu karena ulah manusia yang jail trrhadap pantaiku. Mereka membuang dengan asal lembar asal buang seperti tong sampah, tong.. tong.. tong.. "Apa yang dipikirkan manusia yang tidak memiliki hati itu?" Mereka hanya memikirkan awalnya saja. Terkadang di pantaiku ini terdapat tai yang dikelilingi oleh lalat "Lu pikir ini WC apa ? Apa kagak punya WC dirumah bang ?" Jika pantai bisa bicara, dia akan mengeluh "Hai manusia dekil, apa salah saya ? Kau mengotori keindahanku !" Jika pantaiku marah, dia akan meluapkan airnya sehingga membanjiri kotaku.
Dan akhirnya manusia yang jorok, dekil, jail tersebut akan menyesal dan dengan gampangnya ia berkata "maafkan aku, aku menyesal"
Saat ini manusia tersebut sudah mulai khilaf, tobat dan sadaran dan juga dengan dukungan pemerintah. Pantaiku pagi ini terlihat sangat indah dan saat ini sebagai tempat wisata.


Nama             : Lynda Navitasari
No.Abs          : 21
Kelas              : X IPA 3

LINGKUNGAN BAU PARFUM
Pada saat hari libur aku mengamati keadaan lingkungan disekitar rumah yang bersihh sekali.
Karena terlalu bersih banyak sekali anak kecil yang keadaannya kurang sehat dan tempatnya pun kumuh.
Banyaknya sampah berserakan dimana-mana (mungkin dia istana kali ya , buang sampah sembarangan) dan banyak teletong-teletong dimana-mana.
Ya semoga saja mesyarakat itu sadar akan kebersihan mereka, warganya sih cantik-cantik dan ganteng-ganteng tapi kok baunya bau parfum basa yaa alias bau sampah, hehehe . Tapia pa aku sudah bisa buang sampah pada tempatnya yaa ?? Pada saat hari libur aku mengamati keadaan lingkungan disekitar rumah yang bersih sekali.
Karena terlalu bersih banyak sekali anak kecil yang keadaannya berasa hidup di:o
Sudahlah aku pulang saja dan memikirkannya masalah ini supaya tidak ikut-ikutan bau parfum basa :D hehe.

Selasa, 01 April 2014



TOILET DALAM ANEKDOT

Pada suatu pagi di suatu sekolah, pada waktu mau pergi ke WC, aku mencium bau yang menyegarkan namun tidak segar.
 Bagaimana tidak, lantainya kotor, pintunya pun ada yang rusak, temboknya pun penuh coretan, air keluarnya sedikit dan aroma yang menyengat.
 Ya, begitulah... kediaman yang sangat nyaman bagi keluarga lalat dan nyamuk. Murid muridnya pun tidak peduli dengan keadaan WC mereka. Mungkin mereka ingin melestarikan lalat dan nyamuk agar tidak punah.
 Tapi, kalau kupikir-pikir apa aku harus mendatangkan motivator hanya untuk menasehati mereka agar sadar akan kebersihan WC nya?
 Ah... sudahlah mungkin mereka sudah nyaman dengan keadaannya.




NAMA : REVANDHA HASAN S
KELAS : X IPA 3
ABSEN : 28
                                                              

tugas bahasa indonesia bermonolog dengan menggunakan teks anekdot


Nama : Eka Wahyu Kartika
Kelas :  X IPA3
No     : 11



KANTONG AJAIB DORAEMON
Pada suatu pagi aku berjalan-jalan di suatu desa
Pada saat berjalan-jalan aku merasa tidak nyaman dengan lingkungan di desa itu
Bagaimana tidak, sudah jalannya tidak rata, pohon-pohon sudah gersang, sampah-sampah pun sudah menjadi gunung.
Yahhh,,,,,,,,, pemandangan yang sangat indah bagi lalat-lalat yang melintas dan berteduh di gunung yang berbau itu
Bahkan warganya pun seperti tidak ada rasa peduli dengan lingkungan di sekitar mereka.
Tapi tidak tau juga sihh... jika profesi mereka sebagai peternak lalat.
Sesaat aku menggumam dalam hati ”apa iya? Aku harus mempunyai kantong ajaib seperti doraemon, jika aku punya sudah ku keluarkan alat-alat ajaib dari kantongku, lalau kusedot sampah-sampah itu masuk kekantong ajaib.”
Ahhhh,,,,,,,,,,,,,,,,, sudahlah lupakan, warga disini saja sudah tidak peduli dengan lingkunganya. 

Monolog Menggunakan Teks Anekdot


SAMBIL JALAN, BERENANG
                Saat hujan turun, ketika dalam perjalanan menuju kota, aku yang menikmati perjalanan sunyiku tiba-tiba kaget dan berhenti
        “Innalillahi!” aku shok, takut, dan bertanya-tanya “apa yang terjadi?” tidak ada yang menjawab. Lalu aku bertanya lagi “kok tidak ada yang menjawab sih?” aku bergumam “hai hutan, hai jalan! Apa yang terjadi?” sepi dan sunyi “ah, sudahlah. Lupakan!” pikirku
        Aku pun melanjutkan perjalananku, dan secara spontan aku berteriak “aaaa.......!!!!” ternyata aku terjatuh saudara-saudara. Lalu aku bertanya lagi “apa lagi ini? Ujian silih berganti” aku bergumam “ada apa dengan jalan disini?” aku cek, dan ternyata jalan yang tergenang air yang aku lewati itu ada lubang yang sangat dalam. “hmmmm... ternyata kamu ini to penyebabnya!” aku berpikir sejenak “aha! Bisa dibuat renang nih!”
        Lalu aku pun berenang disitu

Oleh: Faridatuz Zakiyah / X IPA 3 / 12

Dokter Tanaman

Pagi hari ini aku pergi berjalan-jalan ke taman kota.
Aku semakin semangat karena cuaca dan suasana sangat mendukung, aku sangat senang karena aku akan menghirup udara segar dari tanaman.
Sesampainya di taman aku hanya melihat semua tanaman yang terkena wabah penyakit sesak nafas dan batuk-batuk, mungkin tanaman itu terlalu banyak merokok.
Aku hanya terdiam dan berfikir”kenapa hanya ada dokter untuk hewan dan manusia, kenapa tidak ada dokter untuk tanaman?” dan dalam hati aku berkata mungkin semua orang sudah tidak sayang lagi dengan tanaman, kasihan memang tanaman mereka sudah diselingkuhi oleh benda-benda lainnya.
Setelah aku berfikir sejenak dan terdiam, tiba-tiba dalam hatiku yang terdalam aku ingin menjadi dokter untuk tanaman agar tnaman bisa diselamatkan, lalu aku pergi dari taman dengan hati yang cukup sedih dan kecewa, tetapi tak mengapa karena dari hal itu aku mendapat cita-cita yang baru.


Nama     :           Radix Ilman
Nomer absen:                           26
Kelas:                   X-IPA 3

NAMA : TEDDY DWINANDO INDIARTA
KELAS  : 10 IPA 3
NO       : 32

KRISIS PADA BUMI
Pagi hari, saya keluar rumah untuk menikmati udara pagi.
Tapi sekarang udara tidak segar lagi, Karena polusi-polusi yang ditimbulkan dari kendaraan bermotor.Saya tiap pagi sering bersin-bersin akibat udaranya tidak sehat lagi seperti dulu.
Bukankah Pemerintah sudah melakukan program “Car Free Day , Go green dll.” Tapi apa gunanya semua itu hanya omong kosong.
Saya hanya meggelengkan kepala, dan berfikir gimana nasib Bumi ini. Apakah masih sehat? Aku berkata dalam hatiku sendiri.”Masyarakat Indonesia belum sadar akan lingkungan yang sehat. Berarti Masyarakat Indonesia masih bodoh akan kesehatan lingkungan.”
Saya ingin menjadi Dukun, agar bisa menyembuhkan Bumi dari udara-udara yang tidak sehat sekarang ini.